Penguin Of Madagaskar

Cara Baru Eksis Lewat Internet

-

Senin, 12 Maret 2012

Sotoji, Solusi Cerdas Makanan Instan Bernutrisi

Dijaman yang mobile seperti ini kita sangat dekat yang namanya makanan instan. Banyak pilihan yang ditawarkan banyak produsen saat ini, namun dari sekian banyak makanan instan tersebut tidak banyak yang memiliki kekhasan tertentu. Konsumen pun sangat mendambakan suatu inofasi baik dari segi rasa maupun kandungan nutrisi dalam makanan instan.

Ditengah kondisi tersebut munculah SOTOJI Soto Jamur Instan. Pada awalnya saya tidak tahu apa-apa tentang produk yang satu ini karena di sekitar tempat tinggal saya belum ditemukan produk baru ini. Oleh sebab itu saya mendaftar untuk mencoba produk SOTOJI. Beberapa hari kemudian akhirnya pesanan saya datang.

Hal pertama yang saya perhatikan ketika melihat produk SOTOJI adalah logo Kehalalannya, lalu nomer izin dari Kemenkes RI karena kedua hal tersebut sangat berguna untuk menjamin kehalalan serta keamanan produk pangan yang akan saya konsumsi.
Setelah melihat kedua elemen penting tersebut lantas kita juga harus memperhatikan bagian belakang kemasan dimana terdapat Komposisi, Informasi nilai gizi, serta cara memasak.
Kunci dari Kandungan gizi yang cukup tinggi dari produk ini adalah Jamu Tiramnya.
Dibagian belakang bungkus sotoji ini kita bisa mengetahui cara penyajian, komposisi, serta informasi nilai gizi yang terkandung didalamnya. Namun yang menurut saya masih kurang adalah rincian nilai gizi. Informasi mengenai nilai gizi hendaknya lebih rinci agar konsumen dapat dengan jelas mengetahui kandungan nutrisi yang ada didalamnya. kandungan dalam bumbu juga belum ditemui di bagian belakang bungkus SOTOJI ini. Namun secara keseluruhan informasi yang didapat dalam produk ini sudah cukup memeadai

Manfaat Jamur Tiram

Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein. Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan.Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.(http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_tiram)

Dari segi rasa, sotoji sangat enak jika disajikan dalam kondisi hangat. dari seruputan pertama saya tidak menambahkan bumbu tambahan seperti garam, cuka atau bumbu lainnya karena saya rasa kombinasi yang terdapat pada bumbu dasar sudah cukup pas dilidah. Variasi lain seperti bawang goreng saya rasa dapat menjadi tambahan yang tepat bagi produk ini kedepannya.

mungkin sekian ulasan yang saya berikan untuk progres selanjutnya Sotoji. Saya pribadi menunggu inovasi-inovasi cerdas selanjutnya.
_wassalam



Senin, 27 Februari 2012

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa Resmi Indonesia yang memiliki kedudukan dan fungsi yang penting dalam kehidupan berbangsa, berikut adalah Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia dalam Negara ini menurut Depdiknas dalam Pelatihan Nasional Dosen Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut :

a. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Bahasa nasional berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional , lambing identitas nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa, dan alat perhubungan antar daerah dan antar budaya. Hal ini sangat penting karena Indonesia sendiri terdiri atas banyak budaya dan dipisahkan pula oleh kondisi geogrtafis yang terdiri atas banyak pulau.

b. Bahasa Indonesia sebagai Lambang Kebanggaan Nasional

Tidak semua Negara memiliki bahasa nasional yang digunakan secara luas dan dijunjung tinggi. Sebuah bahasa yang dapat menyatukan berbagai suku yang berbeda merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan yang ada.

c. Bahasa Indonesia sebagai Lambang Identitas Nasional

Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Untuk membangun kepercayaan diri yang kuat, sebuah bangsa memerlukan identitas. Identitas tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, salah satunya melalui bahasa.Dengan adanya sebuah bahasa yang mengatasi berbagai bahasa yang berbeda, suku-suku bangsa yang berbeda tersebut dapat mengidentikan diri dalam satu bangsa melalui bahasa.

d. Bahasa Indonesia sebagai Alat Pemersatu Berbagai Suku Bangsa

Bangsa yang terdiri atas berbagai suku yang budaya dan bahasanya berbeda akan mengalami masalah besar dalam melangsungkan kehidupannya. Dengan adanya bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa nasional oleh semua suku bangsa yang ada, rasa persatuan pun akan muncul

e. Bahasa Indonesia sebagai Alat Perhubungan Antardaerah dan Antarbudaya

Komunikasi merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Diperlukan sebuah bahasa yang dapat dipakai agar dapat berhubungan.

f. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar dalam pendidikan, serta alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan pembangunan dan pemerintahan, alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

g. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kenegaraan

Sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia dipakai untuk urusan-urusan kenegaraan seperti pidato resmi, dokumen, dan surat-surat resmi. Upacara kenegaraan juga dilangsungkan denga bahasa Indonesia. Pemakaian bahasa Indonesia dalam acara kenegaraan sesuai dengan UUD 1945

h. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pengantar dalam Dunia Pendidikan

Pemakaian lebih dari satu bahasa akan menimbulkan ketidakefektifan, oleh sebab itu diperlukan satu bahasa yang dapat menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pendidikan.

i. Bahasa Indonesia sebagai Alat Perhubungan di Tingkat Nasional untuk Kepentingan
Pembangunan dan Pemeritahan

Bahasa dapat menjadi penghubung sehingga komunikasi dalam pembangunan serta pemerintahan tidak terhambat. Bahasa yang sama juga akan menambah keefektifan dalam komunikasi

j. Bahasa Indonesia sebagai Alat Pembangunan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi

Untuk mengembangkan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi diperlukan bahasa yang bisa dipakai untuk keperluan tersebut dan dimengerti oleh masyarakat luas.

Jalan Terjal kesuksesan Eka Tjipta




Dimasa ini, siapa yang tidak kenal dengan pengusaha sukses yang satu ini. Dengan Sinar Mas grupnya beliau menjelma menjadi salah seorang pengusaha terkaya di Indonesia maupun Asia Tenggara. Namun siapa yang menyangka bahwa kesuksesannya kini tidak terlepas dari perjuangan panjangnya dulu.


Biografi Eka Tjipta
Eka Tjipta Widjaja lahir di Coan Ciu, Fujian, Republik Rakyat Cina dengan nama Oei Ek Tjhong, 3 Oktober 1923 .ia berasal dari keluarga miskin sehingga menuntut keluarga mereka untuk hijrah kenegara lain guna merubah nasib.

Bersama ibunya Eka Tjipta hijrah ke Indonesia tepatnya ke Makassar tahun 1932 pada usia sembilan tahun untuk menyusul ayahnya yang terlebih dahulu berdagang di Makasar. Setelah perjalanan tujuh hari tujuh malam yang amat berat akhirnya ia tiba di Makasar, dan perjalanan hidupnya di dunia yang baru pun dimulai.

Perjuangan Awal Eka Tjipta
Tiba di Makassar, segera membantu ayahnya yang sudah lebih dulu tiba dan mempunyai toko kecil. Dua tahun kemudian, toko ayahnya maju. Setelah itu Eka pun bersekolah. Setelah tamat SD, ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena masalah ekonomi. Ia pun berusaha berjualan keliling kota Makassar dengan menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dua bulan, ia sudah mengail laba Rp. 20, jumlah yang besar masa itu. Harga beras ketika itu masih 3-4 sen per kilogram. Melihat usahanya berkembang, Eka membeli becak untuk memuat barangnya. Dari langkah pertamanya ini kita bisa melihat kejelian seorang Eka Tjipta dalam melihat peluang serta mengambil resiko untuk mengembangkan usahanya, sesuatu yang luar biasa mengingat usianya yang kala itu masih sangat muda.

Namun ketika usahanya mulai berkembang, cobaan pada usahanya pun mulai datang yaitu ketika Jepang menyerbu Indonesia, usahanya hancur. Ia menganggur karena tak ada barang yang bisa dijual. Total laba Rp. 2000 yang ia kumpulkan susah payah selama beberapa tahun, habis dibelanjakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Mencoba lagi, dan lagi
Di tengah harapan yang nyaris putus, Ia menemukan tumpukan terigu, semen, gula, yang masih dalam keadaan baik yang hendak dibuang di sekitar Paotere yang dikuasai oleh tentara Jepang. Otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya ia kembali ke rumah dan mengadakan persiapan untuk membuka tenda di dekat lokasi itu. Ia merencanakan menjual makanan dan minuman kepada tentara Jepang. Setelah sukses dengan warung makannya, Eka meminta izin untuk mengambil terigu, semen dan gula yang hendak dibuang tersebut lalu menjuallnya kembali. Dari usahanya itu dia meraup untung sangat besar.

Demi mengembangkan usahanya, Eka pun mulai berbisnis Kopra yang pada awal usahanya memperoleh keuntungan yang sangat besar, namun usahanya kembali kandas karena Jepang memonopoli perdagangan kopra melalui Mitsubishi. Semangat yang tidak ada habisnya kembali melecut Eka Untuk berbisnis Gula, namun lagi-lagi kandas karena harga gula yang tiba-tiba anjlok serta dagangan lainnya dijarah oknum Permesta.

Usaha yang tidak kenal lelahnya baru membuahkan hasil ketika Orde Baru tiba, Tjiwi Kimia, yang dibangun 1976, dan berproduksi 10.000 ton kertas sebagai awal kesuksesannya, lalu diikuti oleh perkebunan kelapa sawit seluas 10 ribu hektar di Riau, mesin serta pabrik berkapasitas 60 ribu ton. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar berkapasitas 20 ribu ton dibelinya pula. Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia. PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun. Sepuluh tahun kemudian produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun. Tak sampai di bisnis perbankan, kertas, minyak, Eka juga merancah bisnis real estate. Ia bangun ITC Mangga Dua, ruko, apartemen lengkap dengan pusat perdagangan.

Dari cerita beliau diatas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan kerja keras, kesabaran, serta peka terhadap lingkungan sekitar. Beliau merupakan salah satu contoh pengusaha yang mencapai kesuksesan dari nol. Semoga cerita hidup beliau bisa menginspirasi kita untuk lebih berusaha dalam mencapai cita-cita.

Sumber : Wikipedia,mirianto.com

Jumat, 24 Februari 2012

Cara baru Eksis lewat Internet

Tren eksis lewat Internet di Indonesia belakangan ini makin merebak. Hal ini makin dikuatkan setelah tahun lalu muncul beberapa artis yang meroket lewat media online. Mayoritas masyarakat Indonesia memilih media Facebook (43,06 juta pengguna) dan Twitter sebagai media eksis didunia maya.

Banyak cara yang dilakukan pengguna Internet untuk dapat eksis didunia maya, seperti aktif lewat Facebook, rajin ngeTwit lewat twitter, maupun mengupload video melalui Youtube. Namun, apakah hal tersebut dapat menjadikan diri kita terus Eksis?, jawabannya mungkin saja iya, akan tetapi hal tersebut hanya sementara, sesuatu hal yang kita tulis di status facebook, maupun Twit di Twitter lama kelamaan akan diganti dengan hal baru dan akhirnya dilupakan.

Salah satu cara yang lebih efektif dan elegan agar dapat terus eksis di dunia Internet adalah dengan menulis lewat Blog, cara ini memang sudah tidak asing lagi di Indonesia namun animo masyarakat terutama kawula muda yang sarat akan kreativitas masih sangat kecil. Melalui media ini kita dapat berbagi informasi serta berdiskusi secara sehat tentunya. Melalui tulisan kita juga dapat meningkatkan kreativitas.Tidak hanya sampai disitu, saat ini banyak terdapat lomba/kontes menulis melalui media blog seperti yang diadakan Axis yang sedang saya ikuti saat ini. Dengan mengikuti berbagai kompetisi blog kita dapat merasakan manfaat ganda, yaitu mengasah kemampuan menulis, berprestasi, serta dapat terus eksis di dunia maya maupun dunia nyata.

Blog juga dapat dikolaborasikan dengan jejaring sosial seperti Facebook, maupun Twitter yaitu dengan cara mempublis postingan blog kita lewat media tersebut, hal ini juga untuk membudayakan menulis demi tercapainya internet sehat di Indonesia.
Jadi, tidak hanya dapat eksis namun kita juga dapat berkarya lewat Internet.
Akhir kata, Selamat Berkarya !

Axis blog writing competition